Ketika terjadi gempa bumi yang melanda sekitar
Kepulauan Mentawai pada hari Rabu (2 Maret 2016) sebesar 8,3 SR (belakangan dikoreksi menjadi 7,8 SR) sempat membuat panik warga sepanjang
pesisir Barat Pulau Sumatera. Selain karena intensitas gempa yang besar juga karena adanya
peringatan tsunami dari
BMKG. Tetapi syukurlah, ternyata hal-hal yang dikhawatirkan tidak terjadi.
 |
| Berita gempa di Kepulauan Mentawai. |
Banyak kalangan kemudian menghubung-hubungkan antara kejadian gempa tersebut dengan
gerhana matahari total (
GMT) yang akan terjadi pada hari Rabu tanggal 9 Maret 2016 dan melintasi Indonesia. Tetapi secara ilmiah
apakah iya gerhana matahari bisa memicu terjadinya gempa bumi ?.
Tulisan menarik di
Dongeng Geologi berikut bisa dijadikan bahan pengetahuan buat kita semua.
Beberapa penelitian memang mencoba mencari kaitannya. Pernah dituliskan disini juga disini.
Mengapa efek bulan menjadi Pemicu (trigger) gempa ?.
Mekanismenya memang secara sederhana berupa mekanisme pemicu atau mirip pelatuk
Teori Ketapel (Elastic Rebound)
Gempa sering dipelajari sebagai sebuah gejala mirip ketapel. Yang diregangkan kemudian dilepaskan. Saat dipelaskan itulah saat terjadinya gempa.Tentusaja ada mekanisme penumpukan tenaga, karena ditekan oleh gaya tektonik, dan dipelaskan saat daya elastisnya kembali.
Secara grafis dapat digambarkan seperti di bawah ini. Pada saat penumpukan tenaga, maka pegas tertahan oleh gerigi-gerigi yang berfungsi sebagai penahan.
 |
| Ilustrasi terjadinya gempa. Gambar : Dongeng Geologi. |
 |
| Ilustrasi terjadinya gempa dan posisi bulan. Gambar : Dongeng Geologi. |
Pada saat kondisi tanpa adanya pengaruh dari luar tentusaja pegas akan tertahan oleh beban massa batuan diatasnya. Namun ketika ada benda lain yang memiliki gaya gravitasi, dalam hal ini bulan. Maka massa tersebut akan sedikit berkurang sehingga pelepasan tenaga tejadi. Dengan demikian fungsi bulan, bukanlan sebagai pengatur besar kecilnya tenaga yang terkumpul, namun bulan hanya mempengaruhi fungsi
trigger dari terlepasnya energi.
Pada saat gerhana nanti tentusaja Bumi – Bulan – Matahari berada pada satu kesejajaran, alignment. Tentusaja dengan mekanisme diatas, maka massa kerak yang berada diatas akan mengalami daya tarik optimumnya.
 |
| Ilustrasi terjadinya gerhana matahari. Gambar : Dongeng Geologi. |
Apakah dapat memicu gempa ?
Penelitian ini sudah dilakukan sejal lama, namun memang tidak dapat dipakai sebagai patokan. Dibawah ini plot tentang terjadinya gempa yang bersamaan dengan peredaran bulan. Jadi bulan memang dapat mempengaruhi pemicu gempa. Namun jelas bukan satu-satunya faktor yang dapat digunakan sebagai acuan perkiraan terjadinya gempa.
 |
| Plotting kejadian gempa yang bersamaan dengan peredaran bulan. Gambar : Dongeng Geologi. |
Bandingkan dengan mekanisme terbentuknya gempa dan tsunami disebelahnya ini. Yang digambarkan secara grafis itu hanya mewakili ujung ditempat dimana getaran atau dislokasi itu akan terjadi.
Memang secara ilmiah belum terbukti hubungannya. Tetapi penelitian ini justru diperlukan saat gerhana nantinya.
 |
Mekanisme terjadinya tsunami setelah adanya adanya gempa di zona tumbukan lempeng.
Gambar : Dongeng Geologi. |
Bagaimanapun kalau terasa ada gempa kuat ketika sedang di pantai, maka cara yang paling cerdas adalah menuju tempat yang tinggi.